Diberdayakan oleh Blogger.

  • Rohis Indonesia. Cita Rasa Kebaikan Pelajar (Cakep) Indonesia.

  • Rohis SMA N 11 Palembang berralamat di Jl. Inspekur Marzuki Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang-Sumatera Selatan
Base Camp: Musholah Riadul Jannah

Total Tayangan Halaman

8 Tips Mendaki Gunung bagi Pemula

Selasa, 01 Desember 2015




Mendaki gunung sekarang nggak hanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah pro, lho. Para pemula juga mulai banyak yang melakukan kegiatan tersebut. Kamu juga bisa mencobanya, . Nih, Loop kasih tahu tips-tips oke mendaki gunung bagi pemula, ya! Check them out!
Perencanaan Pendakian
Jauh-jauh hari sebelum kamu berangkat mendaki gunung, kamu harus membuat perencanaan yang matang. Hal ini mencangkup pemilihan lokasi, rute pendakian, kondisi cuaca, jumlah pendaki, dan jangka waktu yang diperlukan. Perencanaan ini akan berpengaruh pada peralatan dan perbekalan yang harus kamu siapkan.
Pelajari Lokasi Gunung
Tiap gunung memiliki medan dan tingkat kesulitan yang berbeda, . Gunung Rinjani, misalnya, memiliki jalan tanjakan yang kemiringannya hampir mencapai 45 derajat. Kamu juga harus tahu di mana letak base camp dan sumber air. Dengan mempelajari lokasi gunung, kamu jadi bisa lebih berhati-hati.
Latihan Fisik
Sebelum mendaki gunung, kamu dianjurkan untuk olahraga selama beberapa minggu, contohnya jogging. Jalur yang menanjak, udara dingin, dan oksigen yang menipis akan jadi halangan terberat kamu saat mendaki nanti. Itulah kenala olahraga yang rutin dan teratur dapat membantu kamu agar nggak kaget saat mendaki nanti. Oh ya, jangan lupa juga untuk menyeimbangkan waktu istirahat.
Peralatan yang Tepat dan Cermat
Umumnya, peralatan yang penting dibawa saat mendaki gunung adalah tas carrier, sepatu hiking, jaket, pisau lipat, alat masak portabel, jas hujan, senter, peluit, kompas, matras tenda, sleeping bag, dan perlengkapan obat P3K. Sesuaikan tas dengan durasi perjalanan. Kalau pendakianmu memakan waktu cukup lama, kamu bisa membawa tas carrier ukuran 80 liter.
Perbekalan dan Logistik
Jangan kalap membawa terlalu banyak makanan ya, . Bawa aja secukupnya. Makanan-makanan instan seperti mie instan dan kornet cocok untuk dibawa mendaki. Bawa juga makanan ringan yang cukup bikin kenyang seperti biscuit, roti, atau cokelat. Meskipun di gunung nanti ada sumber air, nggak ada salahnya juga untuk tetap membawa cadangan air.
Daftar di Balai Taman Nasional
Beberapa gunung memiliki tempat perizinan yang mengahruskan pendaki untuk mendaftarkan diri. Hal ini cukup penting lho, , kamu harus daftar secara benar dan legal. Jangan gunakan jalur tikus atau jalur-jalur yang nggak diperuntukkan untuk pendakian. Pokoknya, kamu harus patuhi aturan mereka.
Jangan Gengsi Minta Break
Banyak pendaki pemula yang gagal sampai ke puncak karena terlalu memaksakan diri. Makanya, , kalau kamu mulai merasa capek saat mendaki, nggak ada salahnya untuk minta istirahat ke rombongan. Lebih baik berhenti sebentar daripada tepar di jalan, kan?
Pahami dan Hayati Etika Pendaki
Tips terakhir juga nggak kalah penting, nih. Saat mendaki nanti, kamu jangan buang sampah sembarangan. Simpan dulu sampah sampai kamu turun dari pendakian. Jangan asal memetik bunga-bunga yang ada di gunung. Jangan cemari sumber air, apalagi membangun tenda dengan menebas pohon. Pokoknya, kamu harus menjaga sikap dan perilaku selama pendakian, ya.

Gimana, ? Udah siap mendaki gunung, kan? Jangan lupa lakukan tipsnya. Semoga pendakianmu lancar. Selamat mendaki!

sumber: klik disini

Lirik lagu "Salam Alaikum" Harris J

Senin, 30 November 2015


You can try and turn off the sun
I’m still going to shine away, yeah
And tell everyone
We’re having some fun today
We can go wherever you want to
And do whatever you like
Let’s just have a real good time

CHORUS:
Assalamu Alaikum, Alaikum yeah!
(Peace be upon you)

I just want to spread love and peace
And all of my happiness, yeah
To everyone I that meet
‘Cause I'm feeling spectacular
I love it when we love one another
Give thanks everyday
For this life, living with a smile on our face

CHORUS

Spread peace on the earth
Cherish the love that is around us
Spread peace on the earth
Treasure the love, let it surround us
Always be kind, always remind one another
Peace on the earth everyday

CHORUS

Assalamu Alaikum, hey!
Assalamu Alaikum, hey!
Assalamu Alaikum
Wa Alaikum Assalam

Spread peace on the earth
Cherish the love that is around us
Spread peace on the earth every day

Tiga Hafidz Kembar: Tak Perlu ‘Menghafal’ Al-Quran, Hanya Perlu Gulungan Kalender Ustadz YM

Rabu, 25 November 2015

Allah sudah memudahkan al-Qur’an kepada hamba-Nya. Hal itu tertulis dalam surat al-Qamar ayat 17, yang artinya:”Dan Sesungguhnya Telah kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?”
Itulah yang diyakini oleh tiga hafidz kembar Hannan, Mannan dan Ihsan. Mereka mengaku punya resep alias metode berbeda untuk menghafal. Tidak dengan menghafal namun membaca. Kok?
“Nggak perlu menghafal.  Kalian hanya perlu membaca sebanyak 60 kali,” Kata Ihsan menirukan ucapan ustadznya yang Pengasuh PPPA Daarul Quran (Daqu), Ketapang, Tangerang, Ustadz Yusuf Mansur.
Ihsan meyakini bahwa otak kita berbeda-beda, ada yang perlu membaca 20 kali, ada yang punya  kemampuan 40 kali atau 60 kali bahkan ada yang 80 kali mengulang per ayat. “Jika diulang dengan sendirinya akan hafal,” terangnya.
“Kalau ayatnya panjang dipotong dua, atau tiga bagian. Rata-rata 60 kali satu ayat diulang. Seperti perumpaan orang yang bolak-balik pada suatu tempat, tentu akan lebih hafal 60 kali dibanding yang hanya bolak-balik sebanyak 40 kali. Pohonnya ada di sini, tong sampahnya ada di sini, kursinya di sini dan lainnya,” kali ini Mannan.
Rata-rata mereka menghafal satu halaman setengah jam. “Kalau kurang nempel kami nambahin lagi,” kata Ihsan. Ia mencontohkan misalnya Yaa Siin 60 kali, wal qur’aanil hakiim itu 60 kali.
“Satu halaman dibagi dua lagi, yang atas diulang 60 kali, setelah menempel, gantian yang bawah dibaca 60 kali. Setelah bagian bawah nempel, ulang lagi dari atas hingga ke bawah. Insya Allah tidak akan gampang lupa,” terang keduanya yang ditemui BersamaDakwah saat jeda syuting film layar lebar “Tausiyah Cinta” di Insan Cendekia Madani Boarding School, Serpong, Sabtu (16/5).
Bahkan, kata Ihsan, di Mesir ada yang satu ayat dibaca 400 kali. “Jadi mereka ketika disuruh menghafal alfatihah dari (ayat) paling bawah pun bisa, tapi kalau kita disuruh seperti itu belum tentu bisa.”
Mereka yang tinggal khusus di rumah Ustadz Yusuf Mansur itu mengaku talaqqinya tidak sering memang dengan ust. Yusuf Mansur, namun jika talaqqi dengan ustadz YM mereka akan mendapatkan sifat tegas, bahkan berupa cambukan.
“Cambukannya bukan marah. Namun untuk melecut kami agar benar hafalannya, tidak salah-salah. Cambukanya itu dengan kalendar yang digulung, tak hanya  sebuah kalender tapi 10 kalendar yang digulung,” kata  Ihsan yang lebih banyak bicara. Sementara si sulung kembar, Hannan, tidak ikut wawancara karena sedang persiapan syuting film.
“Kalendarnya pernah kita umpetin. Ustadz Yusuf Mansur pun akhirnya nyari sesuatu di dapur yang bisa dipakai untuk memukul,” imbuh Mannan.
Sekadar untuk diketahui, untuk membedakan mereka itu ternyata tidak sulit.  Mannan, si tengah,  agak lebih kecil postur tubuhnya,  Ihsan ‘bungsu’ bertahi lalat dan Hannan posturnya agak gede karena paling senior dari tiga kembar tersebut.
Mereka menyarankan bagi penghafal al-Qur’an tidak ganti mushaf al-Qur’an, “Jangan ganti-ganti mushaf. Kalaupun ganti harus ganti yang sama. Kalau bisa bahasa Arab lebih enak, jadi runtun ceritanya kayak baca novel gitu,” kata Mannan.

Sumber: klik disini

“Aku Cemburu Pada Wanita Palestina” by @JombloAmpeHalal

Sabtu, 21 November 2015

  1. Aku tidak pernah ingin disamakan dengan bidadari
  2. Padanya aku tidak pernah menaruh cemburu. Ia indah dan sholihah karena anugrah.
  3. Allah yang mencukupkan begitu, dan ya sudahlah ia begitu.
  4. Pada qoshorotuttorfi, bidadari bermata jeli, aku pun tetap tak cemburu.
  5. Aku tidak cemburu pada bidadari. Ustadzahku berkisah bahwa nanti di surga para bidadari akan cemburu pada wanita sholihah
  6. Wajah mereka 700 kali lipat lebih indah dari bidadari surga. Jadi kuputuskan untuk cemburu pada para wanita sholihah saja.
  7. Pada saudara saudariku di palestina, aku menaruh cemburu yang membiru. Sungguh..
  8. Keimanan macam apa yang membuat mereka tegar menghadang tank dengan badan mereka sendiri?
  9. Kesucian macam apa yang membuat setiap janin yang lahir dari rahimnya adalah penghafal qur’an?
  10. Keteguhan macam apa yang membuat mereka tidak menangis melihat si kecil syahid?
  11. Aku cemburu! Padanya yang tengah berbahagia bersama ruh para syuhada!
  12. Aku tak kan pernah cemburu pd bidadari surga, apatah lagi sekedar yg dibilang orang “bidadari” dunia
  13. Pada wanita2 pesolek, bergincu dan berbedak tebal hanya demi status artis jg sosialita, aku tak cemburu pada mereka.
  14. Aku tak cemburu pada mereka, mereka yg mengumbar lekuk tubuhnya pd semua… Naudzubillah..
  15. Aku tak kan pernah cemburu pd wanita dunia yg membalut tubuhnya dgn gaun2 perancang ternama, …
  16. Mereka yg memenuhi tubuhnya dgn berbagai asesoris seharga berjuta2, tak nyaman kl belum menenteng hermes rarusan juta ditangannya…
  17. Justru aku cemburu dgn para mukminah sholihah yg qonitah, shalihah lagi hafidzah, menjaga izzah dirinya
  18. meski fitnah dunia meruyak melanda, yg tegar dan kuat seperti fatimah, mencukupkan dirinya dgn tasbih tahmid ajaran Rasul mulia…
  19. Yg aku cemburui juga para wanita palestina, berhias bom dan senjata dibadannya, syahadah menjadi cita tertingginya :’)
  20. Pada akhwat muslimah yg harus rela membagi hidupnya antara keluarga dan binaul ummah, berpayah-payah dalam dakwah kepada Rabb-Nya..
  21. Para muslimah yg senantiasa ikhlas dan bersyukur kpda Allah, pada mereka aku tak boleh kalah….

Sumber: klik disini

Gamer Sejati

Rabu, 18 November 2015


Kamu ngaku Gamer Sejati? Buktikan kalo kamu: ingat waktunya ibadah, bisa berbakti kepada orang tua, bertanggung jawab sebagai pelajar. lengkap sudah
Game untuk melepas lelah dan relax sejenak, bukan jadi tujuan hidup kamu, siiip


Pertemanan Yang Bermanfaat Di Media Sosial by: @IslamDiaries

Sabtu, 07 November 2015



Agar pertemanan bermanfaat di media sosial, maka hindari teman-teman yang tak mendatangkan manfaat. Sekedar folbek & memenuhi TL kita, isinya hanya galau, keluh kesah. Mending gak usah lah ya?

  1. Bismillah. Assalamu’alaikum. “Follow Back Dong Kak”… Sering denger kata kata itu di twitter?
  2. Tips agar pertemanan di media sosial itu bermanfaat adalah hindari pertemanan yang tidak manfaat, tidak membawa kebaikan.
  3. Maksudnya, kalau statusnya hanya galauan, keluh kesah, mending enggak usah lah ya.
  4. Karena jika kita follow teman-teman yang tidak membawa kebaikan, maka yang ada hanya menghabiskan waktu ketika melihat beranda.
  5. Padahal waktu itu begitu berharga. Imam Syafi’i pernah dapat pelajaran dari seseorang,
  6. “Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu.
  7. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.”
  8. (Disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam Al Jawabul Kafi).
  9. Mending sekarang carilah teman yang mendatangkan manfaat untuk kita follow.
  10. Kami teringat akan nasehat Malik bin Dinar di mana ia berkata,
  11. “Setiap pertemanan yang tidak mendatangkan kebaikan apa-apa bagimu, maka jauhilah.”
  12. (Hilyatul Auliya’, 1: 51, dinukil dari At Tadzhib Al Mawdhu’iy li Hilyatil Auliya’, hal. 471).
  13. Itu baru pada dunia maya.. Di dunia nyata juga musti gitu. Musti kita perhatikan siapa yang jadi teman kita.
  14. Rasul pun mengarahkan kita agar memiliki lingkungan yang baik dalam bergaul. Dari Abu Musa, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
  15. “Seseorang yg duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yg jelek adalah bagaikan berteman dgn pemilik minyak misk dan pandai besi.
  16. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya.
  17. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar,
  18. … minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101 dan Muslim no. 2628)
  19. Lalu ingat juga… Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
  20. “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”.
  21. (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2: 344, dari Abu Hurairah. Hadits hasan Shohihul Jaami’ 3545).
  22. Oleh karena itu, yuk diperhatikan siapa teman karib kita. Pilihlah teman-teman yang baik dan jauhi teman-teman yang jelek.
  23. Semoga manfa’at. Disadur dari dua artikel di RemajaIslam.Com yang ditulis oleh @RumayshoCom. Assalamu’alaikum.
Sumber: klik disini
 

Most Reading

Blogger templates